Category Archives: poem
Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis…
Sudah kumenangkan taruhan ini, bahkan dengan amat adil. Jauh sebelum kau meyerahkan kertas dan pinsil. Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis. Tidak butuh kertas atau coretan garis. Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya… Sebanyak itulah aku merindukanmu, Putri. (Dewi Lestari, Supernova)
Filed under poem
Do’a, Cipta, Waktu, Tempat dan Kita
Saat aku berdo’a aku tahu kau pun juga Kita tahu saat kau diciptakan akupun juga. Jadi hanya variabel waktu dan tempat yang belum tepat. Namun bagiku, tak butuh waktu dan tempat. Sekarangpun aku bisa mencintaimu. Karena sekarang, kau tepat ada … Continue reading
Filed under poem


