Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis…


Sudah kumenangkan taruhan ini, bahkan dengan amat adil.
Jauh sebelum kau meyerahkan kertas dan pinsil.
Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis.
Tidak butuh kertas atau coretan garis.
Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya…
Sebanyak itulah aku merindukanmu, Putri.

(Dewi Lestari, Supernova)

Leave a Comment

Filed under poem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s