
Sudah kumenangkan taruhan ini, bahkan dengan amat adil.
Jauh sebelum kau meyerahkan kertas dan pinsil.
Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis.
Tidak butuh kertas atau coretan garis.
Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya…
Sebanyak itulah aku merindukanmu, Putri.
(Dewi Lestari, Supernova)


