Assalamu’alaykum warohmatullohi wa barokatuh. Barokallohu fiik ya Syaikh.Sudah banyak ilmu yang saya dapatkan dari Syaikh. Saya tulis..Namun yang saya takut adalah tidak dapat mengamalkan ilmu yg Syaikh berikan. Saya khawatir akan menjadi bumerang dan Saya berharap mejadi orang yang bertaqwa. Mohon Syaikh untuk memberikan nasihat..
::::::::
(caranya adalah) agar kita bermujahadah (bersungguh-sungguh) dalam beramal. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan apa yang telah kita ilmui. Syaikh mengingatkan bahwasanya jiwa ini butuh untuk bermujahadah. Jiwa ini memang membuat kita malas untuk beribadah. Namun ingat apabila kita lawan, kita ingat untuk bermujahadah maka Allah akan mudahkan kita untuk beramal sholih. Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Kami, maka sungguh-sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang berbuat baik (ihsan).” (Al-’Ankabut: 69).
Syaikh mengingatkan akan dua perkara, yang barang siapa diberikan taufik dan hidayah untuk mengamalkan dua hal ini maka akan diberikan kebahagian dunia dan akhirat. Dua perkara ini terkumpul dalam sabda Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
“(1) Bersemangatlah engkau terhadap sesuatu yang bermanfaat untukmu, (2)mintalah tolong kepada Allah dan janganlah kamu menjadi lemah”
Tatkala Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berkata “bersemangatlah Engkau!” yaitu hendaknya Engkau beramal kebaikan, yaitu mencari ilmu dan mengamalkan ilmu, berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh, dan juga agar jauh dari segala perbuatan dosa.
Kemudian, kata Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “mintalah pertolongan kepada Allah”: karena tidak mungkin kita beramal–walaupun kita punya ilmu banyak–jika tidak digerakan oleh Allah. Betapapun semangat dan usaha kita, tidak akan mungkin bisa beramal jika tidak ditolong oleh Allah. Oleh karenanya barang siapa yang menggabungkan kedua hal ini, maka sesungguhnya ia akan bahagia di dunia dan di akhirat.
13 Oktober 2010Pemateri: Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr hafidzohumallahPenerjemah: Ustadz Firanda AndirjaPenanya: Ummu Rahma


