Nov
28

“Lah..apaan nih?? Gak nyambung kali kalimatnya. Beda zaman!”

“Kan mereka bukan pasangan, kak… Kan biasanya Yusuf dikisahkan sama Zulaika. Aku pilih: Hanya seorang Fathimah yang mendapatkan seorang Ali :D

Hoho… Banyak yang protes atas judul diatas! Memang mereka bukan pasangan, hidup juga di zaman yang berbeda, namun entah mengapa mereka adalah dua orang yang aku kagumi, dengan alasan yang hampir sama, yaitu menjaga kehormatannya (ciaellahh…huhuyy!)

Segala puji bagi Allah yang telah menguraikan untaian Surah Yusuf di sore itu. Dia juga yang menyampaikan aku pada siroh Maryam di halaman blog seseorang. Film box office pun akan kalah mengenai alur waktu Al-Qur’an! Alur yang melompat, setiap cerita tersebar dibeberapa bagian Al-Qur’an. Namun, akan ada benang merah berkilau yang apabila diulur akan menjadi hamparan tak terkira berisi ilmu pengetahuan dan hikmah.

Begitu pun dengan kedua kisah manusia istimewa ini. Hidup di ruang waktu yang berbeda, namun disatukan oleh sebuah hikmah mengenai ketaatan kepada Rabb nya dalam menjaga kesucian diri. Kisah mereka terangkum dalam lembaran Al-Qur’an mulia, yang bahkan Allah swt memberikan bagian tersendiri untuk mereka berdua: Surah Maryam dan Surah Yusuf.

Coba baca QS Yusuf: 22-28 dan QS Maryam: 16-21

Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.  (QS Yusuf 22)

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS Yusuf 23)

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS Yusuf 24)

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (QS Yusuf 25)

Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. (QS Yusuf 26)

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.” (QS Yusuf 27)

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.” (QS Yusuf 28)

===============

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (QS Maryam 16)

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (QS Maryam 17)

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (QS Maryam 18)

“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam 19)

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (QS Maryam 20)

Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (QS Maryam 21)

Nov
15

Aku titipkan hatiku pada Allah

Dan mengibaratkan diriku sebagai rumah,

yang memiliki pintu dan jendela

Tidak dapat dimasuki oleh siapapun yang tidak memiliki kuncinya

Bisa saja mereka melihat dari kejauhan melalui jendala,

Namun tidak pernah bisa memasukinya

Sampai suatu hari Allah mendatangkan seseorang

Seseorang dengan kunci pintu ditangannya

-Just Jannah-

Nov
08

Stiker2 yang terinspirasi program Eco-Industry di Mercedes-Benz.. Huhuhu..KP oh KP (laporan blm selesai!!! Harus selesai hari ini!). Kerja Praktek yang inspiratif, karenan ternyata di perusahaan Jerman tersebut sangat memperhatikan aspek penghematan energi. Kemudian bagaimana dengan kita sebagai mahasiswa??

Sudah jadi pemandangan biasa, jikalau kelas kosong AC, lampu dan bahkan terkadang layar LCD masih menyala. Ckckck.. Lampu kamar mandipun tidak pernah dimatikan. Sebenarnya ini adalah peluang besar untuk LDF/LDK untuk memasyarakatkan isu lingkungan hidup. Karena, akan menjadi omong kosong besar jika mahasiswa berkoar mengenai isu lingkungan, namun lingkungan kampus sendiri kurang memperhatikan penghematan energi.

khalifah fil ard

Konsepnya: Ini adalah 5 stiker terpisah, yang ditempel ditempatnya masing-masing. Misal: Stiker hemat energi ditempel di saklar lampu, layar monitor dan barang elektronik lain. Stiker hemat air ditempel di keran/kamar mandi.

Ini adalah contoh penerapannya di PT MBIna (anjuran menutup kembali pintu di ruangan ber AC)

P7270396

Nov
08

Animal Babies!! ^__^

12854_170884763821_651913821_2809095_3037879_n

12854_170881923821_651913821_2809036_4736405_n

12854_170881913821_651913821_2809035_4368189_n

12854_170881903821_651913821_2809034_7526222_n12854_170880228821_651913821_2809019_777875_n

12854_170880223821_651913821_2809018_3395734_n

12854_170878273821_651913821_2809010_5010700_n

12854_170878268821_651913821_2809009_6498788_n

12854_170877313821_651913821_2809003_4096543_n

12854_170877303821_651913821_2809002_5631437_n

Okt
24

Di zaman tahun ketiga perkuliahan, saya tergabung dalam sebuah grup rapper cihuy yang paling hobi bermain tamiya. Kami menamakan diri kami sebagai: YOMAMEN! (keren kan?!haha). Base camp kami biasa kami sebut sebagai “Batavia Club”, yang terletak di pedalaman Kukusan Teknik yang tersembunyi. Hal ini bermanfaat, sehingga kami dapat berlatih dengan segenap konsentrasi.

n737835899_1397272_137619

Sebelum bertanding tamiya (KANBAN GAME COMPETITION 2009), kami beryel-yel terlebih dahulu. Cek yang satu ini!!

(BYE-BYE by N Sync)

Hehey..Yo Mamen..
Di club, in the night (Hey) Latihan until midnight (Hey)
Jangan banyak reasons… (Ayo kemon)
Don’t forget your bling-bling
Biar kita pada mecing
So, now it’s time to gaming….and winning

I know kita paling keren
In this game…
Yang lainnya pada cemen, jadi bye, bye, bye!

Walau rakit tamiya..
Membuat kita jadi gila
Tapi semua jangan kecewa… Kami juara..

Yo mamen..mamen..Yo mamen..mamen..

(BUNGA by Bondan Prakoso)

Dengar, resapi, inilah tim kami
Karena ada si Eki Ludifiyanti
Merangkap ketua dan supplier funky
Bersama Ema
BUKAN EMI!

Kembali teringat wajah Jenny di angan
Perintah produksi diikuti sebuah senyuman

Yoooo…tapi dalam hati Jenny tak bisa ungkapkan
WS nya menciut! Tak bisa mengerjakan..
Sekali lagi kuingin kau mengerti
Bahwa si Jennya adalah GBJ sejati

Ingin s’kali kukenalkan Nuki ini padamu
Namun GBB ini kacau tanpa ada kamu

ABCD, kuharap kau mengerti
Si Nuki hepi, bila ada Ismi disisi

Kanban ini fakta, bukan angan semata
Ku hanya ingin berkata…kucinta kau, Pak Yad…

Seakan mataku tertutup…
Kanban ini membuatku kalang-kabut
Kuharapkan Pak Yadrifil pun tahu
Sungguh ku ingin A jadi milikku..

(KUCING GARONG by  Erna Sari)

Kecepatan WS Yo Mamen
Selalu bisa dihandalkan
Paling cepat, paling hebat, dan juga sigap!
(diulang 3 kali makin cepat)

Steven di WS satunya.. Dito yang jadi WS tiga nya
Ditengah-tengah kedua nya, nyeliplah si Arya Abbyasa!

(FERGILICIOUS? by  Fergie)

Kanban Girl yang pertama
Selalu tampil seksi
Dandan setiap hari
Sebelum simulasi
Dame, Dame, Dame, ciye!
Ciye, ciye, Dame
Dame, Dame, ciye!

Kanban girl yang kedua
Jago ngangkut tamiya
Walaupun jago ngangkut,
Dia tidaklah kekar
Kekar..Sekar tidak kekar!
Kekar bukan Sekar..
Tapi Dame kekar!
Beneran!

(KERA SAKTI by  Pesta Rap Syndicate)

Sekelompok orang, terpuruk, terpenjara dalam besacamp
Di Club To Mamen deket Sumur lurus dari Kepodang
Semua bersenang hati, latihan seteiap hari
Lupakan semua tugas yang ada saat ini

Dengan sehelai kanban dan konte yang ada di tangan
Kita merakit melepas semua komponen yang ada
Walau club bocor, becak dan suka mati lampu
Tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran

Inventory….gak boleh ada katanya gak boleh ada, ada.
Pinalti…karena pinalti, biaya menjadi tinggi
Walau Kerecek, Mariban, Azkaban, Bakabon, Obok, Kimpoy, The Bandits menghadang
Tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran

Haha….Yo Mamen is in the house,
Yo Mamen is in the house,
Yo Mamen is in the house, is in the house, is in the house…

(WHERE IS THE LOVE by  Black Eyed Peas)

Kanban killing we are dying
Bikin duit jadi tipis
Beli tamiya bikin miris
Kita jadi nangis-nangis

Pak Yad, Pak Yad, Pak Yad, asdos..
Kanban kok diundur terus
Bayar base camp kita hamper mampus
Where is the love?

Mana maen di base camp yang penuh… BACTERIA
Ibu kos yang bikin….HISTERIA
Ngomel-ngomel kayak film….INDIA
Tapi kita tetap jadi…CERIA

Kanban playing susah winning
Tamiya nya banyak sekrep (baca: scrap)
Dari pada ngitung sekrep
Mending kita ngarep-ngarep

Pak Yad, Pak Yad, Pak Yad, asdos..
Kasih kita nilai A plus
Dikasih A juga udah bagus
Show me your love
Your love
Your love
Show me your love
Your love, your love…

All lyric by Eki, Dame, Arya and Dito

n1371590032_363104_1914281

This is Yo Mamen!! (sebelum bertanding)

n1120282813_30396886_7082292WS2, WS3, BGJ

4341_1087944513274_1066270114_30239815_1619897_n@Rotunda FT

Okt
18

Kaizen berasal dari bahasa Jepang, “Kai” yang berarti perubahan dan “zen” yang berarti “baik (untuk lebih baik)”. Jadi, Kaizen berarti berubahan lebih baik yang terus menerus (Continuous Improvement).

Salah satu perngakat Kaizen adalah PDCA cycle, atau disebut juga Deming Cycle. Edward Deming (1990-1993) adalah seorang ahli statistik, profesor, penulis dosen dan konsultan dari Amerika Serikat. Meskipun begitu, karirnya sangat terkenal saat menangani proyek di Jepang, dalam rangkat politik etis US setelah perang dunia ke-2. Deming “menurunkan” ilmu PDCA, sehingga salah satunya dengan modal itu membawa Jepang menjadi negara maju seperti sekarang ini.

Industri Barat memiliki filosofi: “”if it ain’t broke, don’t fix it”. Berbeda dengan Kaizen yang berkata, “everything -even it it ain’t broke, can be and should be improved” Kaizen adalah sebuah sistem yang melibatkan setiap karyawan dari level paling atas hingga paling bawah untuk berjasa bagi perusahaan. Setiap orang diberikan tanggung jawab untuk memberikan saran perbaikan dalam setiap jangka waktu tertentu.

Apa yang dilakukan oleh Kaizen? Kaizen mengubah kultur, yaitu untuk senantiasa bergerak, melibatkan setiap orang, dan mencintai masalah. Mencintai masalah, karena saat masalah sudah disadari akan lebih mudah untuk diperbaiki.

Kenapa Kaizen penting? Karena suatu sistem yang melakukan perubahan besar dalam jangka waktu panjang harus melakukan “maintenance” agar kualitasnya tidak turun. Namun, apabila “hanya” dipertahankan berarti kita telah kehilangan kesempatan untuk melakukan perbaikan, bukan? Gambar dibawah menggambarkan bahwa peningkatan kualitas menggukanan Kaizen akan lebih baik dibanding hanya dengan maintenance.

Kaizen vs Maintenance

Dalam Kaizen, dikenal sebuah metodologi dasar peningkatan kualitas yang di sebut PDCA Cycle (Plan, Do, Check, Action).

pdcaPLAN: Mendefinisikan/ mencari tahu sumber masalah. “A problem that is well defined is 95% solved”
DO:Melaksanakan peningkatan, mengumpulkan data dan menganalisanya
CHECK: Memeriksa dan mempelajari hasilnya
ACTION: Mempertahankan hasil yang telah diraih dan kembali meningkatkan proses

==========================

Sekarang, mari kita perhatikan grafik PDCA/ Kaizen dibawah ini, kemudian perhatikan apa yang Rasulullah saw hadistkan pada paragraf di bawahnya.

pdca

”Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah orang yang sesat.” (Rasulullah saw, Hadist Riwayat Bukhari)

Unik bukan? Rangkaian kalimat yang menggambarkan grafik Kaizen dengan sangat tepat. Gradually improved. Kemudian bagaimana dengan konsep PDCA? Dalam Islam dikenal sesuatu yang bernama Murabathoh (bersiap-siaga). Murabathoh terdiri dari 6 tingkat, yaitu:

1. Musyarothoh (Penetapan Syarat) —> PLAN
2. Muroqobah (Pengawasan) —> DO
3.Muhasabah (Menghitung) —> CHECK
4.Mu’aqobah (Menghukum) —> ACTION
5.Mujahadah (Bersungguh-sungguh) —>ACTION
6. Mu’atabah (Mencela diri sendiri) —> ACTION

MUSYAROTHOH (Penetapan Syarat)

Keberuntungan adalah dengan amal-amal sholih. Dalam perniagaan ini, jiwa meminta bantuan kepada akal karena jiwa mempergunakannya dalan hal-hal yang dapat menyucikannya. Sebagaimana sekutu dalam berdagang, ia dapat berbuat kecurangan dengan melakukan manipulasi, karena itu pedagang harus membuat kesepakan terlebih dahulu.

MUROQOBAH (Pengawasan)

Apabila manusia telah mewasiati jiwanya dan mensyaratkan apa yang akan dilakukannya, maka langkah selanjutnya adalah mengawasi dan mmemperhatikan dengan indra dan hati yang tajam ketika melakukan berbagai amal perbuatan, karena seandainya jiwa dibiarkan begitu saja, maka ia akan melampaui batas dan rusak.

(Ihsan adalah) engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat Nya (Muhammad saw, HR Bukhari dan Muslim)

MUHASABAH (Menghitung)

Umar ra berkata, “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah dirimu sebelum kamu ditimbang.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (QS Al-Hasyr 18)

MU’AQOBAH, MUJADALAH DAN MU’ATABAH

Tiga hal ini adalah yang digunakan saat melakukan tahap Action, yaitu pada usaha mempertahankan hasil yang telah diraih dan kembali meningkatkan proses. Jiwa yang berbuat kemaksiatan tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena bisa jadi akan semakin mudah melakukannya. Karena itu, berilah ia sanksi agar terjauhkan dari ketidakbaikan. Bersungguh-sungguh dalam berbuat dapat ditanamkan dengan mengingat-ingat ayat Al-Qur’an dan atau hadist yang memfatwakan hal tersebut. Musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu yang mengajak pada keburukan. Ingatkan selalu hati dengan hakikatnya…banyak-banyak beristighfar.

Okt
16

Manusia memiliki tahapan pengolahan informasi yang ia dapatkan melalui beberapa tahap. Terdapat tujuh tahap pengolahan data menjadi tindakan yang akan diambil oleh sesorang. Tahap 1 dan 7 merupakan tahapan eksternal, yaitu kejadian yang dilakukan di luar otak manusia. Sedangkan tahap 2 sampai dengan 6 terjadi di dalam otak manusia. Gambar di bawah ini adalah model Ladder of Inference:

cognitve

(1) Dengan indranya, manusia mengobservasi lingkungan sekitar dan pengalaman hidupnya sehingga mendapatkan data yang diperlukan dalam proses berfikir

(2) Tahapan ke dua, yaitu memilih data yang akan digunakan. Pemilihan data ini bergantung pada kepercayaan yang dia yakini sebagai data yang penting atau tidak penting.

(3) Data tersebut akan dilabel dengan arti. Pada dasarnya, data adalah netral. Namun, berdasarkan kultur dan kepribadian sesorang, data yang bersifat netral tersebut dapat diartikan berbeda bergantung pada setiap individu yang memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Misalnya, karena Ani pernah disakiti oleh temannya Ina, maka Ani melabelkan setiap orang yang bernama Ina adalah orang yang jahat.

(4) Kemudian pemikir membuat asumsi berdasarkan arti (label) yang ia ciptakan. Pada tahapan sebelumnya, labelisasi belom bersifat mutlak. Bisa saja timbul objektivitas pemikir yang mengasumsikan “tidak semua orang bernama Ina jahat”, atau bisa saja pemikir mengasumsikan “semua orang yang bernama Ina jahat”.

(5) Asumsi akan menggiring pemikir pada tahap kesimpulan (konklusi). Kesimpulan ini berdasarkan arti dan asumsi yang dilakukan pada tahap sebelumnya.

(6) Keseluruhan tahap 1-5 akan menghasilkan kepercayaan (belief). Menariknya, kepercayaan ini sebenarnya bersifat looping, mempengaruhi tahapan sebelumnya, yaitu tahap menyaring data. Kepercayaan mengenai dunia ini akan mempengaruhi tindakan yang diambil oleh seseorang.

(7) Tindakan diambil berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh seseorang.

Jika Anda terjebak pada perbedaan pendapat dengan seseorang, maka hal yang dapat dilakukan adalah:

(1) Menanyakan apakah data yang dimiliki adalah sama. Karena, data yang berbeda atau tidak lengkap akan mempengaruhi keselurhan tahapan berfikir
(2) Pada kenyataannya, disaat data yang Anda miliki identik, dapat juga terjadi perbedaan kepercayaan akibat dari perbedaan kultur dan personal Anda dengan orang tersebut, ataupun karena perbedaan kepercayaan yang dianut. Jika terjadi sedemikian, pertama kali sadari bahwa ini adalah hal yang sangat wajar, kemudian lakukanlah diskusi untuk mendapatkan pemikiran atau kepercayaan yang terbaik.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS An Nisaa’ : 59)

Salah seorang mahasiswa dikelas itu bertanya, “Bagaimana jika ada seseorang yang meneladani orang lain, sampai-sampai dia mengikuti saja tindakan yang dilakukan oleh orang tersebut tanpa berfikir terlebih dahulu? Apakah ia termasuk tidak mengikut tahapan-tahapan diatas?”

Dosen System Thinking itu menjawab, “Nur Cholis Majid berpendapat, bahwa sikap seperti itu adalah awal dari fundamentalisme” (Terdapat perbedaan penggunaan kata fundamentalis. Ada yang menggunakan kata fundamental dengan arti “dasar”, yaitu yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, ada juga yang menggunakan kata fundamental dengan konotasi negatif, yaitu sebagai akar dari tindakan terorisme. Kalimat diatas menggunakan artian yang kedua)

Disaat seseorang sudah taqlid, yaitu mengikuti perkataan atau tindakan seseorang tanpa hujjah (argumen) atau mem-beo, maka akan sangat mudah dirinya terjebak dalam kesesatan tindakan. Dalam bahasa berfikir sistem, berarti dia telah melewati banyak anak tangga berfikir, yaitu baru saja tiba di tangga pertama, kemudian langung lompat ke tangga terakhir.

Dalam Islam, hanya ada dua sumber hukum yang pasti kebenarannya, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurut bahasa Pak Dosen, “Only in God we trust, for others we must use data”

Ihsan Tanjung dalam menafsir An-Nisaa’ 59 mengatakan bahwa, ketaatan hanya terletak pada Allah dan Rosulnya. Sedangkan ketaatan kepada orang lain, meskipun kepada pemimpin harus berdasarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Itulah sebabnya, kata “taatilah..” hanya terdapat didepan kata Allah dan Rosulnya, dan tidak ada didepan kata “ulil amri.” Hal ini menunjukan bahwa ketaatan kepada manusia biasa tidaklah bersifat absolut, namun harus mengembalikannya kepada hukum yang pasti, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sebagai renungan pribadi ini juga, semoga kita terhindar dari sikap taqlid. Manfaatkanlah nikmat berfikir yang telah Allah berikan kepada kita, karena Islam adalah agama yang sangat rasional, maka, Cogito Allah Sum (Semakin aku berfikir, ternyata Allah semakin ada) ^__^

Okt
15

Disclaimer: This is the unofficial response paper of Kapita Selekta class^^

Tanpa disadari, kelas Kualitas atau kelas Lean Management sering kali tidak hanya memberi pengetahuan yang luas bagi saya, tapi juga sebagai sarana refleksi mengenai efektifitas waktu. Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menghadiri kelas kapita selekta yang membahas mengenai penerapan Lean Management di sebuah perusahaan yang telah mebuahkan kesuksesan bagi mereka. Slide presentasi terdiri dari 54 halaman, namun mari kita ambil secuil pelajaran berharga dari sebuah halaman slide berikut:

untitled

”Segala yang kami lakukan hanyalah mengamati garis waktu sejak pelanggan memberikan pesanannya hingga saat kami mengumpulkan uang tunai. Dan kami mengurangi garis waktu tersebut dengan menyingkirkan pemborosan yang tidak memberi nilai tambah” (Taiichi Ohno 1988)

Salah satu konsep Lean Management adalah mengurangi non value-added time (waktu yang tidak menambah nilai barang) sehingga dapat mengurangi cycle time (waktu yang dibutuhkan untuk mengolah suatu produk). Non value-added time dapat berupa waktu tunggu, waktu penyimpanan, waktu penggantian alat yang tidak efektif, waktu akibat alat yang rusak saat produksi berlangsung, berhentinya produksi akibat ada barang defect, dll.

Non-value added time ditunjukan dengan warna biru. Value added time ditunjukan dengan warna merah. Tujuan kita adalah untuk mengurangi garis berwarna biru, sehingga dapat mengurangi keseluruhan cycle time.

Itulah yang dilakukan oleh Toyota, penghematan waktu. Pekerjaan yang sama dapat dilakukan dengan waktu yang lebih sedikit, sehingga perusahaan dapat lebih produktif dalam mencapai tujuan besar yang diimpikan.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang muknin, Yaitu, orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya dan orang-orang yang meninggalkan perbuatan sia-sia: (QS Al Mukminun: 1-3)

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS Al Al-Israa’ 27)

Demi masa… (QS Al Ashr 1)

Jika fungsi utama dari hidup adalah untuk beribadah dengan tujuan mendapat ridho Allah, maka seharusnya–berdasarkan teori Lean Management–kita menghidarkan diri dari hal-hal yang tidak mendatangkan ridho Allah. Seharusnya, tiap detikan hidup kita bertujuan untuk beribadah kepada-Nya. Tidak ada waktu yang terbuang percuma untuk kesia-siaan, karena Toyota saja mengetahui, non value-added adalah sampah yang harus dihindari. Jangan lelet, karena Toyota saja selalu melakukan time study dan hitungan man load power bagi pekerjanya! Jangan mau kalah, karena ini bukan sekedar menjadi nomer satu di dunia. Ini mengenai bagaimana seorang hamba mendapat ridho Tuhannya! SEMANGAT…!!! BANZAI!!!!


Okt
14

Disclaimer: Nama orang dan nama acara disensor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tuduhan pencemaran nama baik, dan lain-lain.. :p

Ini adalah acara yang bertujuan untuk menghidupkan ruh Ramadhan bagi mahasiswa teknik UI pada khususnya. Tahun lalu, saya masuk kepanitiaan ini dengan ‘iseng’. Perlu semalaman untuk menceritakan berjuta kisah dibalik C***** Ramadhan, atau biasa kami singkat dengan “CR”. Sore ini, selepas saya makan bareng Mba Wid di kantek (kantin teknik), kemudian terjadilah percakapan ini:

Wid: Skar, temenin aq ke sekret FUSI ya
Me: Mau ngapain neng?
Wid: Aq mau ada syuro (rapat-red)
Me: Ohh…
Wid: Hhmm..udh lama aku gak ke sekret. Terakhir itu pas CR! Bayangin CR! Udh lama banget ya??
Me: Aku juga udh lama gak ke sekret FUSI..
Wid: Eh, Skar..kalo ngomongin CR, aku paling inget sama Trihadi (bukan nama panggilan sebenarnya) loohh…
Me: Hah???Hahahahaha!! Aku jugaaa!

Sebelum toga dikenakan, sebelum topi dilempar, sebelum ijazah ditandatangani rektor, dan sebelum bersenang-senang mencari pekerjaan, saya ingin menceritakan sebuah cerita legendaris dari jagat dakwah perteknikan. Cerita ini bernama C***** Ramadhan..

Seperti telah ditulis sebelumnya, CR adalah rangkaian kisah panjang yang sangat menarik untuk disimak. Namun, ada 2 momen terbaik yang sampai sekarang masih menghiasi ingatan saya. Mari kita telisik satu per satu!

Balada Konsumsi

Agenda Ramadhan, tidak akan lengkap tanpa berbuka puasa bersama. Begitu juga yang kami agendakan untuk menyajikan makanan pembuka berupa es teh, es jely ditambah dengan kue atau gorengan. Hari itu adalah kali pertama berbuka bersama dalam rangkaian CR..

Brit: Nih, sirop sama jelly nya…Trihadi bawa es nya kan?
Trihadi: bawa, tapi belom dipecahin..
Brit: (ngelirik jam..15 menit menjelang berbuka puasa) Hah?? Kok belom dipecahin si?? Bodo, pokoknya gimana caranya pecahin sekarang!
Trihadi: I..Iya..iya.. (menggetok-getok es batu ke lantai dan dinding)

Saya pikir, mau selse kapan getokin es kalo gitu caranya, akhirnya saya langsung meluncur ke kantin untuk meminjam pemecah es ke abang es teh. Agak lama di kantin, karena sudah mulai banyak antrian pembeli menjelang berbuka saat itu. Sekembalinya saya di TKP, TERKEJUT SEKALI, melihat bukan hanya 1 ikhwan..melainkan sekitar 5-10 ikhwan lainnya sedang menggetok-getokkan es batu ke dinding dan lantai.. Buahahahaha..!! Semangat sekali merekaa…bukannya membantu memecah es, saya malah tertawa saja bersama akhowat yang lain :D

Baksos Luar Biasa

Pernah…nyiapin bakti sosial pembagian sembako di H+1 jam? Kami pernah! Dan itu luar biasa mengejutkan ternyata berhasil :D Bukan berarti kami tidak menyiapkan jauh hari sebelumnya.. Namun, kenyataannya si mas yang diminta memesan barang agak miskom sedikit, sehingga barang2 yang dibutuhkan tidak tersedia pada waktu nya. Kelabakan di hari H asik juga lo…Memang pertolongan Allah selalu saja tiba! Teman ku yang membawa mobil tiba-tiba saja hadir di depan muka dan bersedia meminjamkan mobil nya… Mba Wid ternyata bisa nyetir mobil (sempet gak percaya, bocah manis yang satu ini srikandi juga :) ) Mengebut kami menuju Giant di Margocity, berlekas kami mengemas semuanya…dan tarrraaa!! Selesailah acara baksos!

Okt
12

Hari ini, ummi ku lagi seneng.. Ia baru saja membeli radio baru. Merknya Sony. Keunggulannya, dia bisa meraih frekuensi am, sehingga bisa mendengar saluran Radio Rodja. Langsung saja didengarkannya di meja makan (keras-keras). Saat aku ngintip, dia tersenyum centil, sambil kedip-kedip. “Radio baru nih, Mba”, ucapnya sambil mengelus-elus tulisan Sony di radio itu.

Sedatangnya papah ku dari bekerja, dia berkata, “Ini bisa digantung nih! Sini, papah pasangin talinya”

Aku berkata dalam hati, “jangan!”. Namun terlambat, tali sudah dipasangkan. Ummi naik tangga dengan radio kecil tergantung di leher. Aku bilang, “Mamah, jangan dipake gitu siii…kayak Mahar” “Hah??Mahar apa? Mahar pernikahan?” Langsung saja aku memencet CTRL+T dan mengetik “google.com” dan menuliskan “mahar laskar pelangi” (enter). Aku tunjukan pada ummi ku, “kayak gini nih Mah!”