“Lah..apaan nih?? Gak nyambung kali kalimatnya. Beda zaman!”
“Kan mereka bukan pasangan, kak… Kan biasanya Yusuf dikisahkan sama Zulaika. Aku pilih: Hanya seorang Fathimah yang mendapatkan seorang Ali
“
Hoho… Banyak yang protes atas judul diatas! Memang mereka bukan pasangan, hidup juga di zaman yang berbeda, namun entah mengapa mereka adalah dua orang yang aku kagumi, dengan alasan yang hampir sama, yaitu menjaga kehormatannya (ciaellahh…huhuyy!)
Segala puji bagi Allah yang telah menguraikan untaian Surah Yusuf di sore itu. Dia juga yang menyampaikan aku pada siroh Maryam di halaman blog seseorang. Film box office pun akan kalah mengenai alur waktu Al-Qur’an! Alur yang melompat, setiap cerita tersebar dibeberapa bagian Al-Qur’an. Namun, akan ada benang merah berkilau yang apabila diulur akan menjadi hamparan tak terkira berisi ilmu pengetahuan dan hikmah.
Begitu pun dengan kedua kisah manusia istimewa ini. Hidup di ruang waktu yang berbeda, namun disatukan oleh sebuah hikmah mengenai ketaatan kepada Rabb nya dalam menjaga kesucian diri. Kisah mereka terangkum dalam lembaran Al-Qur’an mulia, yang bahkan Allah swt memberikan bagian tersendiri untuk mereka berdua: Surah Maryam dan Surah Yusuf.
Coba baca QS Yusuf: 22-28 dan QS Maryam: 16-21
Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Yusuf 22)
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS Yusuf 23)
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS Yusuf 24)
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (QS Yusuf 25)
Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. (QS Yusuf 26)
Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.” (QS Yusuf 27)
Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.” (QS Yusuf 28)
===============
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (QS Maryam 16)
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (QS Maryam 17)
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (QS Maryam 18)
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam 19)
Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (QS Maryam 20)
Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (QS Maryam 21)























